Gara-Gara Galaxy Note 7, Nilai Saham Samsung Turun Drastis

Samsung Electronics barusan menginformasikan penyetopan penjualan Galaxy Note 7. Samsung sendiri memohon customer yang sudah beli Note 7 untuk hentikan penggunaan piranti plegship tersebut. Dikarenakan hal semacam ini, Saham Samsung turun hingga US$ 17 miliar (Rp 220 triliun) dari nilai pasarnya. Disamping itu, sumber lain menyebut, penurunan itu hampir sama dengan turunnya nilai saham Samsung sampai 8% waktu pasar saham ditutup. Memanglah nilai pasar tidaklah deskripsi riil perolehan Samsung, tetapi cuma perhitungan virtual. Walau demikian, untuk vendor seperti Samsung, pastinya hal semacam ini adalah pukulan yang menyakitkan. Penghentian penjualan Galaxy Note 7 pada akhirnya diambil oleh Samsung sesudah perusahaan itu menarik sesaat Galaxy Note 7 pada awal September 2016.

note777

Penarikan itu dikerjakan sesudah perusahaan memperoleh sebagian laporan meledaknya piranti lantaran permasalahan serius pada baterai. Sayangnya, sesudah unit pengganti atau yang disebut-sebut Galaxy Note 7 versus aman mengedar di pasar, persoalan sama masihlah dihadapi beberapa customer. Walau sebenarnya, baterai yang dipakai pada Galaxy Note 7 telah ditukar. Krisis yang diakibatkan Galaxy Note 7 ini bikin perusahaan mesti berusaha keras mencari tahu penyebabnya terbakarnya baterai serta menerangkan ke umum, kenapa perusahaan manufaktur sebesar Samsung dapat alami cacat produksi sampai 2 x.

Awalnya, perusahaan menyalahkan penyuplai baterai karena permasalahan ini. Tetapi sesudah ganti penyuplai, permasalahan ini masihlah nampak. Karena itu Samsung butuh menyelidikinya kembali. Pemicunya mesti diketemukan hingga customer peroleh kejelasan serta tidak terbebani saat beli smartphone Samsung jenis yang lain. Terlebih dulu, pada recall pertama Samsung diprediksikan alami kerugian materil pada US$ 1-2 miliar (setara dengan Rp 13-30 triliun). Dengan penghentian penjualan Galaxy Note 7 ini, diprediksikan kerugian akan selalu jadi tambah.

Iklan